Pagi ini lampu di langgar sebelah masih menyala terang benderanh. Padahal biasanya tetangga yang berada tepat di sebelah langgar itu, yang tinggal di kontrakan Pak Minto, akan membersihkan lantai langgar dan mematikan lampu.
Aku duduk di kursi depan sambil menikmati kopi pahit Dan Pisang rebus. Di kejauhan terdengar suara sirine ambulan yang terdengar mendesak minta jalan melaju.
Padahal, rumah kami ini cukup jauh masuk gang, dari jalan raya. Tapi raungan sirinenya meraung seolah minta diberi jalan.
Pagi ini aku memutuskan akan mengambil alih dan bertanggung jawab penuh atas hidupku. Tanpa bermaksud melawan kuasai Gusti Allah...
Gugatan ini bukan sebuah terobosan baru. Aku beberapa kali pernah mendeklarasikan hal yang sama. Aku pernah menjadikan ini sebagai sebuah komitmen untuk "berhenti menyalahkan orang lain" atau "stop mencari kambing hitam atas kesalahan ataupun kegagalan."
Tapi ini bukan untuk diriku saja, melainkan juga untuk kita semua. Tapi ah sudahlah, aku bukanlah guru yang katanya bisa digugu dan ditiru.
Ini memang lagi ngedumel. Mengapa hidup sulit?
Jawabnya adalah, karena pekerjaan lagi susah, karena konsumen pada lari ke toko lain, karena banyak PHK sehingga orang-orang pada susah.
Tapi jarang menjawab, karena aku tidak beradaptasi terhadap perubahan.
Benar?
Kenyataannya, menyalahkan diluar diri kita tak membuat solusi ditemukan. Terlebih membuat diri semakin "terpenjara" dalam kesusahan.
Bandingkan saat memilih bertanggung jawab pada apa yang terjadi pada diri ini.
"Aku akui kesulitan hidup yang terjadi Dan dialami karena kurang belajar, kurang beradaptasi terhadap perubahan jaman. Tapi sekarang aku memilih bertanggung jawab atas hidupku sendiri, memilih belajar hal baru sampai ahli agar tetap bisa berdaya, bisa unggul, bisa menghasilkan. Ini akan jadi lebih produktif."
Tidak gampang ini, tapi juga bukan hal yang sulit untuk dilakukan.
Akupun merasakan, ada getaran, ada gelombang yang awalnya merambat pelan dan merasakan kehangatan kekuatan baru muncul dalam dada lalu menyebar ke seluruh badan.
Wah kekuatan itu datang... Alhamdulillah semoga jadi dorongan baru untuk bangkit....
Itulah kesadaran, itulah SelfTalk. Sederhana tapi berdampak.
Dibimbing dan diarahkan, memang lebih nyaman.
Pagi ini masih sepi, sesekali terdengar suara ayam jantan di halaman samping. Tetangga menitipkan beberapa ayam di halaman samping, mengingat dia tak punya halaman, tak ada tempat untuk berternak ayam.